Agisa melangkah masuk ke dalam kamar dan berhenti di atas ranjang, lalu duduk di sana. Tatapan matanya masih tertuju pada Bella yang berdiri di rak tanpa bergerak sedikit pun. Agisa yakin semua sudah tidak sama lagi sekarang, hubungan mereka sudah tidak seperti di mana sebelum acara ulang tahun Pramana berlangsung. Bella meletakan kotak yang berisi foto-foto dirinya, mungkin dia akan kembali melihatnya nanti. Untuk saat ini dia ingin mencari tahu apa yang diinginkan oleh Agisa. Sejujurnya Bella tidak mau bertanya pada gadis itu, karena tanpa bertanya pun dia sudah tahu tujuan Agisa menjadi temannya. “Kamu pasti sudah bisa menyimpulkan semuanya, Bel.” Bella sudah menebak jika Agisa yang akan lebih dulu membuka suara. “Ya.” “Dan, kamu merasa tersakiti dengan semua ini.” Bella men