Pagi ini ... disambut oleh embusan angin segar, sang piringan baskara pun perlahan mulai kembali mengumbar kehangatannya, usai kabut putih menyapa pagi dengan hawa dingin yang menusuk. Ditemani oleh bulir embun di atas dedaunan, yang tengah bergerak turun secara perlahan, hingga menjadi setetes air–berjatuhan ke atas tanah. Ya ... hari yang cukup cerah untuk memulai segala tuntutan aktivitas. Bergelut kembali dengan masing-masing pekerjaan yang sudah menanti, mencari nafkah di sepanjang waktu siang, hingga datangnya sang swastamita sebagai penutup kesibukan setiap insan. Begitu pula dengan si kembar, Arash dan Aresh. Dua lelaki tampan yang baru saja selesai membersihkan tubuh itu, kini tengah bersiap di depan cermin. Mengenakan kemeja yang sama berwarna hitam, yang mereka padukan dengan