BAB 9

1191 Kata

Elaina melotot, ingin menyemburkan rasa amarah yang menggelegak dalam d**a. Kedatangan sang mantan tunangan sudah membuatnya marah, ditambah dengan hinaan laki-laki itu. Rasa sabarnya seolah hilang ditelan geram. Mereka pernah menjalin cinta selama bertahun-tahun, tapi saat ini rasanya seperti sedang berbicara dengan orang asing. Fidell berhak marah karena ia membuat ulah di pesta pernikahan laki-laki itu, tapi sengaja datang untuk mengamuk, sungguh tidak disangkanya. Terlebih, ini adalah tempat kerjanya. Mendengkus keras, Elaina menyugar rambutnya. “Kamu marah? Kenapa? karena aku datang ke pestamu?” Fidell menggeltakan gigi. “Kamu masih berani mengungkitnya? Kamu sadar apa yang sudah kamu lakukan?” “Tentu saja. Meminta penjelasan karena selama setahun ini, aku telah dibohongi.” “Tida

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN