Apa yang baru didengarnya memang seharusnya bukan hal yang pantas untuk ditertawakan, namun Meriam tak bisa menahan diri. Tertawa terbahak-bahak, seolah perasaan lega mengalir begitu saja melalui tawa itu. Ia merasa begitu puas mendengar kabar yang disampaikan oleh menantunya. Ivanka baru saja tahu tanpa sengaja, saat Fidell menelepon Lucinta dan bertanya tentang Elaina. Meriam tahu, hal itu pasti membuat Ivanka marah besar, bahkan bisa saja menjadi lebih buruk. Namun, saat mendengarkan dengan lebih teliti, ia menyadari ada sesuatu yang lebih buruk yang akan terjadi. Kemarahan Ivanka seakan-akan mulai memudar, digantikan dengan rasa cemas yang tidak terduga. Meriam menahan tawa yang ingin keluar lebih keras, mencoba untuk tetap terlihat tenang meskipun hatinya dipenuhi kegembiraan. Ia tah

