BAB 61

1626 Kata

Mereka berpandangan cukup lama di ruangan yang mendadak sunyi. Mata Alister sedikit memerah, tanda ia tidak benar-benar dalam kondisi prima. Beberapa kali ia menghela napas dalam, seolah mencoba meredakan tekanan yang menghimpitnya. Namun, tatapan itu tetap terpaku, meski penuh dengan rasa letih yang sulit disembunyikan. Alister menggeleng pelan, mencoba mengusir rasa pusing yang membandel. Sensasi berdenyut di pelipisnya semakin nyata, seperti ketukan lembut yang perlahan berubah menjadi ketukan keras. Ia memijat pelipisnya dengan dua jari, berharap obat yang tadi ia telan segera bekerja dan membebaskannya dari rasa sakit yang mengganggu. Tiba-tiba, suara telepon di atas meja memecah keheningan. Alister menatap benda itu dengan alis sedikit berkerut, sebelum mengulurkan tangan dan menga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN