BAB 60

1616 Kata

Alister memijat keningnya perlahan, mencoba mengusir rasa nyeri yang terus menyerang sejak pagi. Tubuhnya memang sudah cukup beristirahat—ia tidur nyenyak dari sore kemarin hingga pagi ini—namun pikiran yang terus bekerja tampaknya tidak memberi ruang bagi tubuhnya untuk benar-benar pulih. Setelah bangun, hal pertama yang terlintas dalam pikirannya adalah Elaina. Tanpa pikir panjang, ia segera mengambil ponsel dan menelepon gadis itu, ingin memastikan kondisinya. Namun, alih-alih mendengar suara lembut Elaina, teleponnya justru diangkat oleh seseorang yang ia kenali sebagai adik laki-laki gadis itu. Nada suaranya judes dan dingin, tidak menyembunyikan sedikit pun rasa ketidaksukaan terhadap Alister. Meski begitu, Alister tetap mendengarkan dengan sabar, berharap mendapatkan kabar tentang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN