Rasanya benar-benar memuaskan, seperti kemenangan kecil yang berhasil diraihnya tanpa perlawanan berarti. Ia duduk di sudut ruangan, bermain diam-diam sambil mengamati orang-orang di sekitarnya. Mereka semua tampak sibuk dengan urusan masing-masing, tidak menyadari apa yang tengah ia rencanakan. Sebuah senyum kecil melintas di sudut bibirnya, senyum yang penuh arti. Ia merasa seperti dalang yang mengatur setiap gerakan bidak-bidak di atas papan catur. Tawa lirih keluar dari bibirnya saat membayangkan siasatnya yang perlahan-lahan mulai berjalan. Setiap langkah telah direncanakan dengan cermat, dan sekarang ia hanya perlu menunggu efek berantainya. Bukankah ini sebuah pencapaian besar? Bukankah ia layak mendapatkan penghargaan atas kecerdikannya? Setelah ini, ia tahu apa yang akan terjadi:

