“Apa wajahku terlihat aneh?” Elainaa bertanya pada Alister yang berada di belakang kemudi. “Aneh kenapa?” “Pakai bedak terlalu tebal. Takut kayak topeng.” Elaina memastikan pulasan make up-nya pada kaca kecil yang selalu ia bawa dalam tasnya. Alister tersenyum. “Memang terlalu tebal, tapi nggak apa-apa hanya untuk malam ini.” Diliriknya Elaina yang duduk di sampingnya, meskipun ia harus membagi konsentrasinya dengan jalanan di depannya. Penghiburan laki-laki itu membuat Elaina puas. Ia sengaja memakai bedak agak tebal dari biasanya untuk menyamarkan luka-lukanya. Tidak ingin mendapat pertanyaan dari orang-orang yang ingin tahu. Sekalipun luka-lukanya sudah mulai pulih dan minim meninggalkan bekas, namun bagi orang-orang yang julid tentunya akan mudah menarik perhatian mereka. “Syukurl

