Aldian mengamuk begitu tiba di rumah. Baru saja kakinya menyentuh lantai, ia langsung melontarkan kata-kata kasar kepada orang-orang yang ada di sekitarnya. Sopir menjadi orang pertama yang dimarahi. Ia menuduh sopir tidak mampu mengendalikan kendaraan dengan baik dan hampir membuat mobilnya bersenggolan dengan mobil lain. Padahal, kejadian itu muncul karena sikap Aldian sendiri yang tidak sabar. Ia terus membentak sepanjang perjalanan sehingga sopir kehilangan konsentrasi dan merasa tertekan. Setelah turun dari mobil, kemarahan Aldian berlanjut. Penjaga rumah yang bergegas membuka pagar juga menjadi sasaran. Ia menilai penjaga itu terlalu lambat, meski sebenarnya pagar sudah dibuka secepat mungkin. Nada suara Aldian meninggi, membuat suasana di depan rumah tegang. Tidak berhenti di situ

