Elaina sempat kebingungan sesaat sebelum akhirnya melesat masuk ke bar dan meninggalkan Alister di luar. Ia menyapa beberapa teman yang sudah lebih dulu berada di sana, lalu segera menuju bilik untuk berganti seragam. Dengan cepat ia mengenakan pakaian kerja, kemudian memoles wajah dengan make up sederhana agar terlihat rapi. Rambutnya diikat agar lebih praktis saat bekerja. Setelah selesai bersiap, Elaina bergegas keluar dari bilik. Ia melihat seorang bartender lain sudah berada di balik meja, menyiapkan peralatan dan bahan minuman. Elaina segera bergabung, memastikan dirinya siap menjalankan tugas malam itu. Malam itu bukan hari libur, sehingga jumlah pengunjung diperkirakan tidak terlalu banyak. Meski begitu, Elaina tetap menjaga sikap profesional. Ia tahu bahwa setiap tamu yang datan

