Hubner tidak kaget saat mendapati kedua cucu laki-lakinya ada di sini. Bukan hanya Fidell yang datang, tapi juga anak Arbain, Arvin. Umur keduanya memang sepantar, Arvin lebih tua satu tahun dari Fidell. Hubungan mereka sebagai sepupu bisa dikatakan hanya baik di permukaan, itu yang bisa ditangkap dari sikap keduanya yang menjaga jarak. Tidak ada percakapan yang intens dari keduanya, hanya sekedar bertukar kabar dan perbincangan soal bisnis. Hubner mengajak Arvin bermain catur dan Fidell menunggu dengan bosan, Fidell tidak pernah mau bermain catur dengan Kakeknya. Tidak peduli meski orang-orang mengatakan catur adalah permainan untuk mengasah otak, ia tetap tidak suka melakukannya. Lebih asyik bermain video game daripada menjalankan bidak-bidak kayu. Ia menatap bergantian pada sang kakek

