“Kalian sudah baikan?” tanya Thomas di antara gemuruh musik. Ia menatap Eliana yang sedang meracik minuman. Wajah gadis itu terlihat berseri-seri dengan senyum tak pernah lepas dari bibir. Eliana menanggapi penanyaannya dengan mengedikkan bahu. “Ah, gitu rupanya. Payah kamu!” Ia menyandarkan tubuh ke meja. “Kena rayuan dikit langsung maafin.” Eliana menghela napas, selesai membuat satu minuman dan kembali meracik minuman yang lain. “Tumben kamu cerewet banget,” ucapnya ketus. “Nggak cerewet, cuma tanya aja. Tadi pagi nggak pulang, datang kerja dengan wajah merah-merah. Pasti kalian Sudah baikan dan bercinta seharian.” Pisau yang dipegang Eliana untuk mengiris lemon, meleset dan nyaris mengenai tanganya. Ia menatap Thomas dengan geram, menunjuk dengan ujung pisau terarah pada pemuda itu

