BAB 79

1365 Kata

“Sampai kapan kita harus bersembunyi seperti ini?” Seorang laki-Iaki rnuda, menatap sendu pada kekasihnya yang sedang berhias di depan kaca. Perempuan itu mengangkat bahu. “Entahlah, tapi aku tidak pernah berniat membukanya pada publik.” “Karena statusmu?” “Tanpa aku harus jelaskan, kamu sudah paham rupanya.” Laki-laki itu terdiam, tubuhnya terbaring kembali di atas ranjang, menikmati keheningan yang tiba-tiba menyelimuti ruangan. Sisa-sisa percintaan mereka masih terasa hangat, seperti jejak yang tak ingin hilang begitu saja. Selimut yang sedikit kusut, aroma parfum kekasihnya yang menempel di sarung bantal, dan sisa hangat dari tubuh yang baru saja merengkuhnya. Semua itu masih begitu nyata di sekitarnya. Ia mengusap sisi ranjang yang kosong, merasakan sepi yang perlahan menggantik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN