Alister menyeruak di antara kepadatan pengunjung bar, berusaha mendekati Thomas yang sedang dikerumuni sekelompok perempuan. Ia melambai pada laki-laki itu tapi diabaikan. Thomas bahkan membuang muka dan bersikap seolah tidak mengenalinya. Kehabisan rasa sabar, Alister menepiskan kerumunan dan mencengkeram lengan Thomas. Tidak peduli kalau laki-laki itu berusaha untuk melepaskan diri, ia tetap menyeretnya ke pintu samping. “Heh, kamu mau memperkosaku? Main paksa keluar!” sembur Thomas kesal. Mengusap lengannya yang sakit. Ia memang kalah tenaga dibandingkan Alister yang tinggi dan kekar. Alister mengabaikannya. “Di mana Eliana? Thomas mengangkat bahu. “Libur.” “Ini bukan hari liburnya.” “Mana kutahu? Pokoknya hari ini dia libur.” “Dia ada di rusun?” “Nggak ada.” “Aku tanya serius!”

