BAB 35

1066 Kata

Satu keluarga berkumpul, harusnya tercipta senda gurau. Tapi tidak dengan mereka. Makan dengan gaya sopan, lambat, dan menilai satu sama lain. Pandangan penuh tanya, ketertarikan, dan kecurigaan mewarnai setiap suapan. Hubner memperhatikan anaknya satu per satu dalam diam. Ia sengaja mengajak ketiga anaknya makan bersama, hanya untuk melihat bagaimana reaksi mereka kala bicara. Ternyata, jauh dari harapannya. Tidak ada kata terucap bila ia tidak bicara. “Aldian, bagaimana dengan produk baru untuk sport? Sudah lolos uji kualifikasi?” Hubner bertanya pada anak keduanya yang sibuk mengiris steak. Aldian mengangguk. “Sudah, Pa. Lagi nunggu sertifikasi keluar.” Hubner mengangguk. “Bagus, kerja kalian cepat.” “Sebenarnya, lebih banyak Fidell yang mengerjakan, Pa.” “Anak itu memang rajin da

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN