Ayah dan anak itu berdiri saling menatap. Perbedaan usia yang jauh menunjukkan bahwa Hubner sudah cukup berumur ketika istrinya melahirkan Alister. Meski begitu, hubungan mereka tidak sepenuhnya renggang. Saat Alister berada di dalam negeri, ada momen kebersamaan yang masih bisa terjalin. Hubner berusaha keras mendekatkan diri, mencari cara agar anaknya merasa nyaman. Namun, upaya itu sering berakhir dengan penolakan. Alister membangun jarak yang jelas. Ia menutup dirinya dengan sikap dingin, seakan ada dinding yang sengaja dipasang untuk membatasi hubungan mereka. Hubner mencoba menembusnya, tetapi selalu gagal. Semua bermula sejak kematian sang Mama. Kehilangan itu membuat Alister berubah. Ia tidak lagi mudah menerima perhatian, bahkan dari ayahnya sendiri. Hubner menyadari perubahan i

