Kedatangan Elaina ke kantor menciptakan suasana heboh di antara para karyawan. Wajah-wajah penuh rasa ingin tahu saling bertukar pandang, berbisik-bisik menebak alasan kehadiran gadis itu. Mengapa Alister, sang pemimpin yang biasanya tegas dan tidak suka basa-basi, membawa seorang perempuan muda masuk ke ruangannya? Apakah Elaina pegawai baru? Atau mungkin ada hubungan khusus antara mereka? Pertanyaan-pertanyaan itu hanya berputar di benak mereka, tak berani terucap. Alister sendiri tampak tidak terpengaruh oleh kehebohan itu. Ia berjalan tenang melewati meja-meja yang dipenuhi tatapan penasaran, membawa Elaina langsung ke ruangannya. Tanpa banyak bicara, ia menyiapkan sebuah meja kerja lengkap dengan laptop untuk Elaina. Dengan sikap santai, ia memintanya duduk. Aksi Alister yang penuh k

