“Dari dulu aku tahu kalau kamu begitu panas, tapi kenapa setelah menikah justru makin liar?” bisik Mali sambil menjilat telinga Ivanka. Ia menghujam keras, pinggul bertemu pinggul, suara daging menyatu dan napas yang memburu. “Kamu tidak tahu apa-apa,” desah Ivanka. Menikmati setiap gerakan yang dila kuan Mali di tubuhnya. “Nggak tahu apa? Kamu makin liar atau suamimu nggak bisa puasin kamu?” Ivanka merangkul bahu Mali dan melumat bibir laki-laki tampan itu. “Kenapa kamu nggak puasin aku dulu, baru kita bicara?” Mali tersenyum kecil, mengangkat pinggulnya dari atas Ivanka. Ia membalikkan tubuh perempuan itu, menarik pinggulnya ke belakang dan kembali menghujam dengan cepat. Tubuhnya melingkupi punggung Ivanka. Satu tangan memegang bahu dan satu tangan meremas d**a. Ia menyusuri lekuk p

