Elaina memandangi pintu yang baru saja tertutup dengan sorot mata tak percaya. Apa yang sebenarnya terjadi pada Fidell? Pikiran itu berulang-ulang menyerangnya. Laki-laki itu, yang dulu memandangnya dengan dingin dan penuh kebencian, kini berubah menjadi sosok yang mengusik ketenangannya. Ia yakin, seingatnya Fidell tampak sangat bahagia dengan pernikahannya—sebuah kebahagiaan yang dulu bahkan dipamerkan dengan sengaja, seolah ingin menunjukkan bahwa Elaina hanyalah masa lalu yang tak berarti. Tapi sekarang? Semua tindak-tanduknya seperti berbalik arah, dan Elaina tak tahu apa yang memicu perubahan itu. Ia menatap buket bunga yang tergeletak di meja samping ranjang, pandangan matanya penuh amarah. Bunga itu, bukannya membawa kesenangan, malah terasa seperti simbol kehadiran Fidell yang ta

