“Jangan nyetir sendiri. Masuk ke mobilku, biar Pak Harun yang nyetir.” Kedua tangan Leon tersimpan di sisi saku celana panjang bahan yang dikenakan. Ia yang kali ini mengenakan setelan jas warna biru, sebenarnya tidak setuju melepas Sasmita kembali berurusan apalagi sampai mengurus Sarnia yang teramat tak tahu diri. Buktinya tadi, Sarnia masih saja bertutur kasar bahkan sampai berteriak-teriak, seolah sedang berbicara dengan orang yang mengalami masalah pendengaran. Kali ini Sasmita langsung menurut, selain ia yang memang merasa kurang enak badan. Ia segera mengikuti Leon yang sudah melangkah lebih dulu. Hanya saja, langkah Leon menjadi tak bersemangat bahkan cenderung malas. Leon bahkan sampai memunggungi pintu mobil penumpang, kembali menutupnya menggunakan punggung hingga membuat Pak