Pak Harun memelotot tak percaya mendapati Sasmita mengemudikan mobil sedangkan gerbang di hadapan Pak Harun masih dalam keadaan tergembok. “Bu Sasmita juga manjat?” gumamnya yang refleks menggeleng. Dirasanya, Sasmita tak kalah gila dari Leon yang lagi-lagi membentaknya. “Cepat kejar Sasmita jangan sampai kita ketinggalan!” Pak Harun langsung ketar-ketir dan segera memanjat gerbang meski jauh di lubuk hatinya, ia masih trauma karena efek jatuh dari gerbang beberapa saat lalu saja masih sangat terasa di panttatnya. Sasmita menghentikan laju motornya di depan kontrakan Giani. Tak lupa, ia menyeka air matanya, memastikan keadaan matanya yang terasa perih sekaligus panas dan memang sembam. Karenanya, ia sengaja mengenakan kacamata bening berbingkai hitam yang ia ambil dari tas kerjanya. Be