Sementara itu, dari jarak beberapa meter dari gerbang kost Bu Endang, sepasang mata tajam balik menatap tatapan Abimanyu. Ditemani sang istri yang tengah berbadan dua, Arkana masih saja nekat memantau keadaan Maura setelah keduanya resmi bercerai secara negara. Dengan perasaan marah, pria itu mengepalkan tangan kuat-kuat tatkala mengingat bagaimana Abimanyu yang memperlakukan Maura layaknya tengah hamil muda. Hal itu tentu menimbulkan sesal di benaknya. Sesal kenapa dia tidak bisa menunggu lebih sabar, tapi Arkana tidak mampu berbuat apa-apa. Bahkan untuk bertanya dan memastikan keadaan Maura pun tidak bisa, khawatir berakhir dilarikan ke rumah sakit seperti tiga minggu lalu lantaran dirinya nekat menguntit Maura malam hari di depan kamar kost-nya. "Mas ayo ...." "Sebentar, Soraya,"

