BAB 20 - Berbahaya!!

1063 Kata

Sejenak terdiam, Maura agak menyesal karena terlalu lancang bertanya hal semacam ini. Harusnya, rasa penasaran itu cukup dipendam di batin saja, tidak perlu benar-benar diutarakan semacam ini, terlebih ke orangnya secara langsung. “Maura?” suara Abimanyu memecah keheningan. “Kamu kenapa diam?" “Ti-tidak, aku hanya… aku hanya sedikit terkejut, itu saja,” balas Maura, mencoba terdengar normal meski suaranya bergetar. Di seberang, Abimanyu hanya tertawa kecil lagi, seolah yang kini terjadi sangatlah lucu hingga berakhir membuat Maura naik darah. "Baiklah kalau begitu, maaf sekali telah mengganggu waktumu." Suaranya terdengar berbeda karena sudah bercampur malu di sana. Jika saja dia bertanya tepat di hadapan Abimanyu secara langsung, besar kemungkinan Maura akan menarik diri dan menjauh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN