BAB 21 - Di Luar Hujan

1039 Kata

Maura mengerutkan dahi, pengakuan Abimanyu yang mendadak lapar cukup membuatnya bingung. "Lapar kok ke sini, ke rumah kamu dong harusnya." "Maksudku, apa kamu punya sesuatu yang bisa dimakan? Tiba-tiba saja aku lapar, padahal tadi tidak." Abimanyu berkilah sembari sesekali menggaruk kepalanya yang tak gatal, berusaha menghindar setelah sebelumnya salah bicara. Tepatnya salah fokus akibat pemandangan indah di hadapannya. Alhasil, niat Abimanyu yang hanya sekadar memastikan Maura sudah makan atau belum, justru ikut lapar juga. Maura sadar akan hal itu, dia cukup peka hingga mencuri celah untuk menarik sisi kanan dan kiri dasternya ke pundak hingga menutupi bagian da-danya. "Aku tidak lapar, kebetulan sudah makan." "Sudah makan?" "Iya, itu ... bahkan tidak habis saking kenyangnya." Maur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN