"Masa kamu kasih aku air dingin, sakit perut lah," protes Abimanyu seketika membuat Maura terperanjat kaget. Sungguh dia tidak menduga bahwa suara lembut Abimanyu yang tadi memintanya terfokus ke rintik hujan ternyata berakhir sebuah protes perkara air minum. Sungguh menyebalkan, baru saja Maura terpesona dengan hujan di malam ini, seketika sebal tatkala mendapati protes Abimanyu yang persis anak mami. "Sebentar, aku ganti." Meski Maura pegal hati, dengan lapang d**a wanita itu tetap bersedia memenuhi keinginan Abimanyu. "Nih." Sembari menyodorkan segelas air hangat, Maura berucap singkat, tapi tidak dalam keadaan marah. Tanpa mengucapkan terima kasih, Abimanyu menegak air di gelas tersebut hingga habis dan bersendawa kecil di akhir. Sungguh tidak ada wibawanya dan 180 derajat berbed

