Abimanyu panik tentu saja, pria itu berlutut dan memanfaatkan kesempatan demi menyentuh Maura. "Kamu ngapain di depan pintu?" Sembari mengusap pelan keningnya, Abimanyu perlahan menarik Maura dalam pelukan. Tak ubahnya memperlakukan pasangan dengan penuh kasih sayang dan menyesal atas tindakannya, begitulah Maura sekarang. "Masih sakit?" "Iya lah, orang kepentok pintu jelas sakit," jawab Maura super ketus karena memang sakitnya luar biasa. Bahkan, pandangan Maura sempat gelap sesaat. Sedikit pun dia tidak menduga bahwa Abimanyu akan mendorong pintu kamar tanpa aba-aba. Semua berawal karena rasa penasaran Maura. Dia hanya sempat mendengar Abimanyu berlalu keluar setelah hampir saja mencuri ke-cupan di bibirnya. Akan tetapi, pria itu tak segera kembali hingga Maura berinisiatif menca

