"Bukan begitu." "Terus apa? Kamu menuduhku barusan 'kan?" Maura menghela napas panjang, baru juga sedikit lebih tenang menghadapi Abimanyu yang dirasa agak waras, nyatanya kumat lagi. Tentang tragedi hilangnya celana da-lam yang Maura utarakan, sama sekali bukan candaan, apalagi menuduh Abimanyu. "Siapa yang menuduh? Aku hanya berbagi pengalaman, beberapa kali pakaianku sering hilang, terutama celana da-lam ... sejak saat itu, aku memilih untuk mencuci sendiri," jelas Maura panjang lebar, khawatir tuduhan tentang ini terus berkepanjangan dan menjadi sebuah kesalahpahaman tanpa akhir. Mendengar penjelasan Maura, Abimanyu hanya ber-oh ria sebelum kemudian terkekeh pelan. Sungguh malu sekali rasanya karena kini dia salah menduga dan terlalu percaya diri bahwa Maura mengiranya ca-bul. "O

