Asma memicing saat melihat Bani yang mulai bergerak maju. Gadis itu dengan sigap hendak menutup pintu rumahnya. Namun dengan cepat, Bani menahan pergerakan Asma dengan menahan daun pintunya. "Mas Bani lebih baik pergi sekarang." seloroh Asma yang masih berusaha untuk mendorong pintu rumahnya agar bisa ditutup. Bani menggeleng dengan senyum menyebalkan. Tak ada sedikit pun niatan pemuda itu untuk melepaskan genggamannya pada pintu rumah Asma. "Ayolah, Asma. Mas cuma mau bertamu. Memangnya kamu nggak kesepian di rumah sendirian?" kerling Bani dengan tatapan genit. Asma mendelik merasa jengah dengan sikap Bani. Beginilah sikap pemuda itu jika hanya berdua dengannya. Membuat Asma merasa muak dan takut. Gadis itu menggeleng keras dengan raut wajahnya yang dibuat garang. Dalam hati dia mera

