"Ayo, buruan, Van!" Yudha sudah tidak sabar untuk bertemu dengan istrinya. Ia merasa sang adik mengemudikan mobil dengan sangat lambat. Kondisi jalanan memang sedikit macet. Apalagi jika bertemu lampu merah, antrean panjang kendaraan sudah pasti terjadi. "Sabar, dong, Mas. Tuh lihat, lampu merah juga, kan," jawab Avan mencoba tetap sabar menghadapi sang kakak. "Nanti kalau Asri tahu kita ke sana, terus dia pergi lagi gimana?!" "Ya nggak mungkin lah. Lagian, tadi aku nggak ngomong apa pun soal Asri dan Mas Yudha ke bosnya. Bos Asri juga nggak tahu kalau Asri nikah sama masku. Tahunya ya kalau Asri dulu pacar aku, Mas." Ada tawa di akhir kalimat yang Avan ucapkan. Ya, sepertinya dia memang sudah benar-benar berdamai dengan masa lalu dan keadaannya sekarang. "Nggak usah bikin aku tam