Asri tak berani menatap suaminya. Meskipun Yudha masih setia memandanginya. "Sri, pulang, yuk! Aku bersedia melakukan apa pun, asal kamu mau maafin aku, mau pulang sama aku. Kita kembali sama-sama. Aku tahu aku sudah sangat bersalah sama kamu. Udah nuduh kamu macam-macam. Aku sangat minta maaf," pinta Yudha. Suaranya begitu terdengar parau. "Aku sudah nyaman hidup sendiri," jawab Asri, masih dalam posisinya. "Iyakah?" "Ya." "Oya, apa anak kita tidak membuatmu mual atau yang lain?" "Tidak. Aku tidak mual, ngidam, atau apa pun itu. Jadi, aku tak butuh siapa pun," jawab Asri lagi, suaranya masih terdengar ketus. "Lalu, apa yang harus aku lakukan, agar kamu mau pulang?" "Tidak ada!" Yudha memijit pelipisnya. Ia memang sudah merasa pusing sedari tadi. Apalagi sambil menahan rasa mu