Suasana di rumah Avan masih dalam keadaan berduka. Meskipun semalam, baru saja dilaksanakan peringatan tujuh hari meninggalnya bunda Avan. Kesedihan dan kehilangan masih sangat terasa. Terutama bagi Avan dan ayahnya. Wanita bernama Arum itu memang sudah lama ginjalnya bermasalah. Namun, saat pertama kali mengetahui, dia cenderung abai. Cenderung tidak peduli. Atau lebih tepatnya, tidak begitu dirasakannya. Setelah dokter mewajibkan untuk cuci darahlah, dia baru memperhatikan kesehatannya. "Sejak kapan Arum sakit, Mas?" tanya ibu Yudha kepada mantan suaminya. Mereka sedang duduk santai. Dan memang, ibu Yudha baru berani menanyakannya. "Sebenarnya sudah lama. Waktu Yudha menikah, juga sudah mulai cuci darah," jawab ayah Yudha jujur. "Dan Mas meninggalkan Arum sendiri waktu itu?" "Ar