"Dia..." Kerutan muncul di kening Vanna ketika mendengar Karina yang menggantungkan kalimatnya. Entah kenapa jantungnya berdetak lebih cepat. Perasaannya menjadi gelisah. "Dia siapa?" Vanna berusaha tenang. Walau dadanya bergemuruh hebat. Melihat ekspresi yang di pasang Karina membuatnya semakin gelisah. Ada apa sebenarnya? Karina menatap Vanna, wajahnya sangat polos dan pucat. Matanya yang legam menatap lurus kearah Vanna. "Kamu yakin dia mirip aku?" Vanna mengangguk sebagai jawaban. Masih menunggu siapa dia yang di maksud Karina. "Dia mungkin Nerlina." "Nerlina?" Karina mengangguk mantap. Menatap lurus kedepan. "Dia kembaran aku. Sejak kecil Lina udah di bawa sama Papa aku ke New york. Kamu pasti tau hubungan aku dengan Raffa kan? "Aku pergi karena harus berobat saat itu juga