Mata Vanna tak sedikit pun terlepas dari layar ponselnya. Menatap sebuah room chat yang hanya membuatnya tersenyum miris. Gadis itu menghempaskan badannya diatas ranjang lalu memejamkan mata. Ingin rasanya dirinya memberitahu tentang semua ini kepada Raffa. Tapi bibirnya kelu jika berbicara langsung dengan pemuda itu. Sunyi dan gelap menemani dirinya malam ini. Hanya suara rintikan hujan yang menghiasi kesunyiannya. Diam seperti ini membuat Vanna dapat merasakan jantungnya yang berdetak dua kali lebih cepat. Tidur telentang sambil menatap langit-langit kamar yang tak terlihat karena gelap, air mata Vanna tergenang di kelopak matanya. Merasakan perih dimatanya, Vanna mengerjap pelan. Lalu memilih posisi duduk sambil menatap jendela kamarnya. Kakinya perlahan menyentuh lantai yang ding