Eps. 46 Undangan Seminar

1401 Kata

Ferrin menatap Grisel dengan pandangan lembut namun penuh rasa ingin tahu. Ada sesuatu dalam mata gadis itu, campuran antara harapan, ketakutan, dan kebingungan yang begitu nyata. “Kamu yakin dengan yang kamu lihat itu, Grisel? Pak Wijaya di foto ini benar-benar pria yang muncul dalam mimpimu?” tanyanya lagi, kali ini dengan nada lebih lembut. Grisel menatap layar laptop itu lama, jari-jarinya perlahan menyentuh tepi meja seolah berpegangan pada sesuatu yang nyata. “Ya, Dok... aku yakin. Perawakannya mirip, wajahnya pun sama. Hanya saja... dalam bayanganku, dia terlihat lebih tua, matanya lebih dalam, seperti menyimpan kesedihan yang berat. Tapi aku rasa, mereka orang yang sama,” jawabnya pelan, suaranya bergetar. Ferrin mengangguk, bibirnya terangkat membentuk senyum tipis. “Kalau beg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN