Nafsu itu kembali muncul menjalar keseluruhan tubuhnya. Terasa sangat jelas juga bahwa bagian s**********n bu Nonik terasa gatal, bahkan rasa gatal yang ia rasakan jauh lebih menyiksa dari sebelumnya. Nafsu yang lambat laur menguasai bu Nonik kembali membuatnya mulai buta akan sekitarnya. Bu Nonik yang menolak tawaran Evan taci entah kenapa rasanya mulai ia inginkan sendiri. Dengan dorongan nafsu bu Nonik memutuskan pilihannya dan sebuah kalimat pernyataan keluar dari mulutnya dalam keadaan sadar dan tau tentang apa yang ia katakan itu. “Tante…tante bakal lakuin apapun buat kamu. Apapun yang kamu minta tante bakal mau. Kamu sudah dewasa, apa kamu menginginkan tubuh Tante? Jika benar, tante siap!”, tanpa Evan yang bicara, bu Nonik malah bilang sendiri. Sebuah keberuntungan kah? Walau begi

