Tak seperti biasanya, Edward yang selalu lebih dulu mengajak Kania bertemu—sekadar melepaskan rindu, walau hanya mengobrol sebentar. Tapi kali ini, giliran Kania yang tiba-tiba menginginkan hal itu. Agar pembicaraan mereka aman dan tak satu pun mata mengintip, Kania memilih apartemen Edward sebagai tempat pertemuan. Tentu saja Edward tak menolak, dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan baik itu. Sebelum berangkat, Kania sudah memastikan—Arya tidak ada di apartemennya, jaminan paling kuat untuk rasa aman. Namun, saat mobilnya baru saja berhenti di parkiran apartemen, jantungnya nyaris berhenti berdetak. Di hadapannya, Arya dan Sisy baru saja turun dari mobil, sudah pasti hendak menuju ke unit apartemen Arya. Bayang-bayang busuk langsung menyergap—apa lagi yang mau mereka lakukan selain berk