Bab 38. Melawan Takdir

1149 Kata

Tatapan Edward membara, penuh kemarahan yang sulit ia sembunyikan. Mobilnya berhenti mendadak, dentuman rem menggema seolah mewakili ledakan emosi dalam d**a. "Apa maksud ucapanmu? Kamu sedang menyindirku?" Suaranya tajam, menusuk hingga ke tulang, seolah ingin melumat segala keraguan dalam benaknya. Renata hanya tersenyum dingin, tanpa gentar menatap balik. "Kenapa kamu berpikiran seperti itu? Apa dari kata-kataku tadi ada yang mengisyaratkan sindiran untukmu?" Suaranya tenang, bahkan sedikit menantang. Edward terdiam sejenak. Meski Renata memang tidak mengatakannya, namun aura rahasia yang wanita itu bawa membuatnya merasakan sebuah gelombang ketakutan mengalir dalam pikirannya. Matanya menyipit, nada suaranya berubah menjadi dingin dan berbahaya. "Apapun yang kamu tahu, itu bukan ur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN