Bab 51. Hanya Tenang

1064 Kata

Hujan perlahan turun, menyapu sisa darah yang tertinggal di tanah, tetapi ketegangan masih tetap terasa dan belum sepenuhnya hilang. Tubuh sang penyusup telah diseret keluar, semua telah dikembalikan seperti semula dan tak menyisakan apa pun selain bekas tapak yang akan hilang saat fajar. Damian duduk di tepi ranjangnya. Tangannya sudah dicuci. Pisau itu sudah tidak ada. Namun, sensasi dingin bilah dan hentakan tulang yang retak masih tertinggal di otot-otot kecilnya. Sedang Ellara duduk di depannya, masih berusaha membaca wajah anaknya. “Kalau kamu mau tidur,” katanya lembut, “Mama di sini, Damian.” Damian mengangguk, tetapi mata itu menatap lurus ke dalam maik.mata ibunya. “Aku tidak takut, Ma,” ucapnya tiba-tiba. Ellara terdiam mendengarnya. “Bukan itu yang Mama khawatirkan,” jawab

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN