Pagi akhirnya datang, Ellara berdiri di depan cermin kecil di sudut ruangan dengan wajah tenang. Saat ini, dirinya sedang disimpan, bukan dilindungi. Ia menyentuh lehernya, bekas samar dari goresan luka lama, di mana luka itu telah menyimpan kenangan yang tidak pernah benar-benar sembuh. Meskipun Ellara selalu menurut dengan apa yang Darco katakan, tetapi bukan Ellara namanya jika dia hanya bisa diam tanpa melakukan apa-apa. Darco salah jika mengira ia bidak yang pasif. Pintu ruangan kembali terbuka dan kali ini Levon lah yang berdiri di ambang pintu. Tatapan mereka saling beradu, dan dengan langkah kecil, Ellara berjalan mendekati Levon. "Ada apa?" “Darco tidak akan menyakitimu,” ucap Levon akhirnya. Ellara tersenyum tipis. “Aku tidak pernah takut padanya.” Levon menghela napas pela

