Bab 13. Mimpi Itu Datang

1153 Kata

Malam datang dengan kesunyian yang tidak ramah. Ellara tenggelam dalam tidurnya yang lelap. Entah di mana Levon malam ini, tapi ia tak ada di kamarnya. Ella terlelap hanya diterangi cahaya redup dari lampu tidur yang lupa ia matikan. Tirai jendela tertutup rapat, sengaja menjauhkan diri dan sisi Ellara. Namun, justru di dalam tidurnya, dunia yang paling ingin ia kubur kembali hidup. Selalu ... terasa nyata setiap kali ia datang. “—Papa!” Ellara tersentak dalam tidurnya. Tubuhnya menggeliat gelisah, napasnya tersengal, dan dahi serta lehernya basah oleh keringat dingin. Seprai tercekik di antara jemarinya yang mengepal, seakan ia sedang berpegangan pada satu-satunya hal yang mencegahnya untuk tenggelam semakin dalam. Di dalam mimpinya kini, ia kembali menjadi seorang anak kecil. Usianya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN