Bab 12. Rayuan Ella

1003 Kata

Langkah Ellara terdengar menapak di lorong panjang itu. ada sedikit ragu di dalam hatinya antara harus datang atau jistru melarikan diri. Akan sangat berbahaya nantinya jika Levon tahu rencananya. Namun, ia buang jauh-jauh rasa itu. Ia menegakkan punggung dan melangkah mantap. Tumit sepatunya mengetuk marmer dengan keras. Levon mendengarnya, tetapi ia memilih untuk tetap diam. Kata-kata Vincent masih terus terngiang di telinganya. "Dia bukan musuhmu yang sebenarnya ...." Kalimat itu tak mau pergi. Bahkan ketika Daniel membuka pintu untuknya tanpa ekspresi, bahkan ketika aroma kopi sudah mulai dingin dan kulit mahal menyambut dari ambang pintu. Levon berdiri membelakangi pintu, di depan jendela besar. Cahaya pagi memotong siluet tubuhnya, membuat bahunya tampak lebih lebar. Ia tahu E

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN