Bab 37. Sudah Direncanakan

1364 Kata

"Diam kau, aku bertanya padanya!" tunjuk Darco ke arah Daniel. Ruangan itu kembali tegang, Levon melangkah setengah kaki ke depan secara refleks, ketika tatapan Darco masih tertancap dingin pada Daniel. “Tidak!” katanya tegas. “Jika kau ingin menyentuhnya, kau harus melewatiku dulu.” Beberapa anak buah Konstantin langsung menggeser posisi. Tangan-tangan mendekat ke balik jas, siap pada perintah yang bahkan belum terucap. Darco memiringkan kepala, menatap Levon seolah sedang menilai sepotong logam. “Menarik,” gumamnya. “Kau terus saja membela orang yang tidak memberimu apa-apa.” “Dia memberiku lebih dari yang kau kira,” jawab Levon tanpa ragu. “Daniel bukan sekadar anak buah. Dia teman, dia juga keluarga. Bahkan aku masih hidup, juga karenanya.” Daniel menegang. “Levon—” “Diam, Daniel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN