Pintu itu menutup sempurna dengan bunyi klik pelan. Darco sudah melangkah keluar lebih dulu. Levon menoleh sekilas dan mendapati Daniel masih berdiri tak jauh di belakangnya. Levon tidak berkata apa pun. Ia hanya mengangkat dagunya sedikit dengan pandangan tajam. Itu menjadi sebuah isyarat tanpa kata yang tak mungkin disalahartikan. Levon memintanya untuk ... keluar. Daniel menelan ludah dengan kasar. Pandangannya sempat beralih ke Ellara, lalu kembali ke Levon. Ia mengangguk kecil, berbalik, dan menutup pintu dari luar. Kini hanya ada mereka berdua di dalam ruangan itu. Levon berdiri tegak, tetapi dadanya naik turun lebih cepat. Setiap detak jantungnya terasa seperti palu yang memukul rusuk. Tatapannya terkunci pada Ellara tanpa sedikit pun ia mengedipkan mata. “Jadi,” katanya akhirny

