Kirana terbangun sambil memegang kepalanya. Berat sekali, semalam Kirana menangis begitu kencang dan dadanya terasa sesak ketika kembali membayangkan bagaimana dia menghadapi Rafan setelah ini dan seterusnya. Keduanya semalam hanya saling menangis, dan pergi ke kamar masing-masing. Kirana berjalan menuju kamar mandi, menatap dirinya di depan cermin yang ada di dalam kamar mandi. Sungguh miris sekali Tuhan. Bagaimana mata bengkak dan hidung memerah. Kirana seperti orang gila dan frustasi. Kirana memang frustasi putus dari Rafan, lelaki yang begitu dicintai olehnya. Kirana segera mandi, dan keluar dari dalam kamar mandi hanya menggunakan handuk. Kirana kaget melihat siapa yang ada di depannya sekarang. Tora— lelaki yang sudah menjadi suaminya, duduk di sofa dalam kamar. "Om Tora," ucap K

