Sore menjelang ketika Kirana akhirnya keluar dari dalam gedung perusahaan. Langit sudah mulai berubah warna, jingga tipis menyentuh sisi barat kota. Para karyawan lain berjalan beriringan, beberapa tertawa, beberapa sibuk dengan ponsel masing-masing. Suasana biasa selepas jam kerja. Kirana melangkah pelan, tas kerjanya tergantung di bahu. Hari ini terasa panjang. Pikirannya masih penuh oleh percakapan pagi dan telepon siang tadi. Ia ingin publang cepat. Ingin mandi. Ingin berbaring dan mematikan semua suara di kepalanya. Langkahnya terhenti. Di seberang pintu keluar, tepat di dekat trotoar, sebuah mobil yang sangat ia kenal terparkir dengan tenang. Mobil Rafan. Jantungnya langsung berdegup lebih cepat. Ia berdiri beberapa detik, memastikan ia tidak salah lihat. Kaca mobil sedikit ter

