PART 74 - PERCOBAAN BERLEBIH.

2645 Kata

Ibarat mendapatkan hadiah yang boleh ia buka setelah menahan berbulan-bulan lamanya, wajah Ivan kini tampak sumringah bahagia. Cerah dan kilat yang tampak di matanya, mungkin mengalahkan sinarnya mentari di luar sana. Apalagi ketika melihat istrinya pun tak menolak kecupan yang ia labuhkan disepanjang langkahnya menuju kamar pribadi Ivan. "Beneran kamu harum banget." Lagi-lagi Ivan menghirup aroma Jihan. Jihan terkekeh geli saat lehernya menjadi sasaran Ivan. "Kan mau ketemu suami saya, Pak. Masa saya bau. Memang bapak mau cium-cium kalau saya bau?" tanya Jihan dengan bibir mencebik. Kali ini bibirnya pun tak kalah dari kecupan kilat suaminya. "Seingat saya, kamu selalu wangi." Ivan tersenyum sambil membuka pintu kamar. Kamar yang dulu pernah Jihan pakai mengasuh Mauren dan David,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN