Tak bisa dipungkiri, Jihan menangkap binar cinta di mata suaminya untuk dirinya. Tapi, ia pun harus membuka mata, jika semua lelaki pasti tak akan menutup mata, ketika setiap hari berhadapan dengan wanita cantik dan berkelas, semacam Almira. Ivan lelaki yang normal, Jihan sadar. pasti ketika bertemu dengan Almira, matanya selalu disuguhkan sebuah kesempurnaan yang tak pernah ia dapatkan dari sang istri. "Beneran ya, Bu Almira itu cantik banget," bisik Lani ketika melihat Almira masuk ke dalam gedung. Memang Jihan akui, kecantikan Almira bahkan melebihi Gladys. Mungkin setara dengan Suci, wanita yang pernah Ivan gilai dulu. Jika disuruh memilih pun, tampaknya Almira lebih tepat menjadi pemenang dibandingkan Cecil untuk mendapatkan Ivan. Apalagi kadar pertemuannya dengan Ivan lebih s