Bab 17: Luka

2396 Kata

*** Dddrrtttt... Di tengah fokusnya menyetir, suara getaran ponsel terdengar jelas di dalam kabin mobil yang sunyi. Ponsel itu tergeletak di kompartemen konsol tengah. Sekilas, Oscar melirik layar yang menyala terang. Namun, begitu melihat nama kontak yang muncul di sana, tatapannya langsung berubah tajam, dan rahangnya mengeras. Sambil tetap menjaga fokus pada jalan, Oscar mengulurkan tangan ke arah laci dasbor, tempat ia menyimpan sepasang AirPods. Dengan satu gerakan cepat dan terlatih, ia memasangkan salah satunya ke telinga kanan. "Mau pergi ke mana, Son?" Suara berat dan tegas terdengar di ujung telepon. Tak salah lagi, itu adalah Morgan Blaxton, kakek Oscar. Oscar mendesah pelan, berusaha mengendalikan emosinya. "Ada urusan sebentar," jawabnya singkat, mencoba mengakhiri pembic

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN