Sandra mendengkus pelan, masih bad mood setelah melihat konferensi pers Sera. Entah kenapa ia sangat marah untuk dua hal; 1. Pertama karena Sera memutar balikkan fakta dengan menuduh pernyataannya sebagai fitnah dan wanita itu berlagak layaknya korban. Padahal jelas di sini Sandralah korbannya. Namun, seakan tak punya rasa malu, Sera malah menyangkal semua fakta yang Sandra beberkan dan berdalih dirinya dijebak. Cih! Ingin sekali Sandra mengutuk penyihir itu jadi cabe kesetanan. 2. Kedua karena kehadiran Nathan di sisi wanita ular itu dan alasan kenapa lelaki itu bisa ada di sana. Sandra tersenyum sinis. Ia tak menyangka kalau ternyata Nathan calon tunangannya Sera. Seakan dunia begitu sempit. Padahal baru beberapa hari yang lalu ia bersama Nathan, berpikiran tentang wanita beruntung