Keluarga

1944 Kata

Bianca duduk membisu di hadapan Nathan. Kejadian beberapa saat yang lalu masih terbayang-bayang di dalam kepalanya. Bagaimana Nathan menciumnya, bahkan ketika tangan lelaki itu nyaris menyentuh sesuatu yang tersembunyi di balik pakaiannya. Beruntung kewarasan  menarik paksa dirinya. Jika tidak, ia sendiri tidak tahu kesalahan macam apa yang akan ia lakukan selanjutnya. Mungkin kembali memasuki lembah gelap dalam jurang penyesalan. Harusnya Bianca belajar dari pengalaman, kalau semua lelaki yang menjadikan hasrat sebagai pelampiasan pada akhirnya hanya akan meninggalkan luka dan kesengsaraan. Harusnya Bianca juga sadar kalau tak seharusnya ia menambah kesengsaraan di saat beban hidupnya terlalu berat untuk ia pikul sendiri. Ditambah dengan dirinya yang tak lagi sendiri, ada kehidupan yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN